Luke Shaw Bertekad Bawa MU Ke Final Liga Europa

Luke Shaw Bertekad Bawa MU Ke Final Liga Europa

Defender Tim Nasional Inggris itu juga mengungkapkan tekadnya untuk memperbaiki performa dan mendapatkan jatah bermain secara reguler bersama skuat Setan Merah. Karena dengan cara itu, Shaw yakin bisa membantau Manchester United melangkah ke Final Liga Europa.

Luke Shaw Bertekad Bawa MU Ke Final Liga Europa

Kendati jarang mendapatkan kepercayaan dari manajer Jose Mourinho untuk bermain di tim utama manchester United, namun bek Luke Shaw tetap bertekad untuk membawa klubnya mencapai babak final kompetisi Liga Europa musim ini dan tentu saja menjadi juara juga.

Sebagaimana diketahui, Manchester United saat ini menempati peringkat ke-5 di klasemne sementara Liga primer Inggris, dimana pada posisi tersebut, mereka terpau empat poin dari zona Liga Champions Eropa, dengan Premier League sendiri yang hanya menyisakan tujuh pertandingan saja.

Secara otomatis hal tersebut berarti bahwa peluang Manchester united untuk memenangkan tiket ke ajang Liga champions Eropa musim depan bakal bergantung pada hasil mereka di ajang Liga Europa, di mana mereka bakal menghadapi Anderlecht, di leg pertama perempat final di Belgia pekan ini.

Terkait hal tersebutlah bek timnas Inggris, Luke Shaw memiliki tekad besar untuk membawa United melangkah ke final Liga europa dan memenangkan kompetisi tersebut.

“Ini adalah kesempatan besar untuk kami menembus final, Saya senang bermain di laga yang akan kami mainkan dan terutama di Liga Europa untuk membantu tim masuk hingga final.”

“Setiap pemain akan saling bersaing saat ini untuk mendapatkan di tim utama, setiap orang bekerja keras di sesi latihan untuk membuat manajer terkesan, karena di sisa musim ini, kami akan dihadapkan dengan banyak laga besar. Final, perempat final, semifinal, laga yang selalu ingin anda mainkan.” tutur Shaw menurut MEN.

Dybala Akan Sangat Cocok Main di Barcelona

Dybala Akan Sangat Cocok Main di Barcelona

Pendapat itu dituturkan oleh salah seorang legenda barcelona, Xavi Hernandez. Dengan talenta yang besar dalam dirinya, menurut Xavi, Dybala tidak hanya bisa bermain bagi Mantan klubnya, tapi juga bagi tim-tim besar Eropa yang lain.

Dybala Akan Sangat Cocok Main di Barcelona

Paulo Dybala, striker muda nan bertalenta asal Argentina sudah menyatakan bahwa masa depannya kemungkinan besar akan berlanjut di Turin bersama Juventus. Namun demikian, mantan pemain Palermo ini dinilai akan cocok jika bermain untuk klub Spanyol, Barcelona.

Memang harus diakui bahwa Penyerang timnas Argentina itu telah berkembang menjadi pemain kunci di Juventus semenjak ditebus seharga 40 juta poundsterling dari Palermo pada musim panas kemarin. Pemain berusia 23 tahun itu langsung ngeklik dengan taktik juventus, mencetak 23 gol dan antarkan klub meraih scudetto serta Piala Coppa Italia.

Sedangkan Sepanjang musim ini, pemain Argentina tersebut telah mencetak 14 gol. Penampilan impresifnya pun kemudian mencuri perhatian klub besar eropa, dan Raksasa Catalan, Barcelona, adalah salah satu peminat berat sang pemain.

Juara bertahan La liga Spanyol tersebut dipercaya akan berusaha mendaratkan Dybala pada bursa transfer musim panas mendatang dengan banderol 90 juta Poundsterling. Mengenai hal ini, legenda barca, Xavi Hernandez, yakin bahwa eks Palermo itu akan cocok jika bermain di mantan klubnya.

“Dybala akan sangat cocok di Barcelona jika Anda melihat para pemain lain yang ada di sana, Dia adalah seorang pemain muda dengan talenta besar, dan saya rasa dia akan cocok bermain di klub manapun. Dia punya bakat bermain di level atas dan masih muda. Jadi, saya yakin dia siap bermain untuk klub sebesar Barcelona.”

“Dia bisa menciptakan perbedaan di Italia dan tidak mudah melakukan hal seperti itu, ketika seorang pemain muda bermain untuk Juventus,” ujar Xavi kepada Marca.

Lionel Messi, Si Kutu Yang 'Meloncat' Jadi Nomor Wahid

Lionel Messi, Si Kutu Yang ‘Meloncat’ Jadi Nomor Wahid

Bicara soal Kutu, biasanya akan membuat kita membayangkan hama yang tinggal di kepala dan menggerogoti darah di kepala setiap saat, namun berbeda jika kita berbicara mengenai si ‘Kutu’ asal Argentina, dialah Lionel Messi.

Lionel Messi, Si Kutu Yang 'Meloncat' Jadi Nomor Wahid

Sekarang, Messi memang dikenal sebagai pemain terbaik dunia, bahkan beberapa mengklaim dirinya sebagai pemain terbaik dalam sejarah sepakbola. Namun, asal kalian tahu, dulunya, dia adalah sosok pemain yang pemalu, pendek, dan memiliki masalah pada hormon pertumbuhannya.

Saat banyak klub yang menolak merawat dan membiayai terapi pertumbuhan hormon Messi, Barcelona berani berjudi dengan merekrutnya dengan kontrak nyata lewat sebuah kain kecil yang kini menjadi saksi sejarah akan kelahiran seorang legenda sepakbola.

Messi terus berkembang sejak bergabung dengan akademi la Masia, tubuhnya memang tidak setinggi rekan-rekan satu timnya yang lain di barcelona, namun tak ada yang membantah bahwa kemampuannya setara bahkan melebihi mereka. Postur tubuhnya yang hanya 169cm itu membuat Messi mendapat julukan ‘La Pulga’ dalam bahasa Spanyol yang berarti ‘Si Kutu’.

Si Kutu yang satu ini sungguh lincah, meloncat kesana-kemari menggiring bola, melalui hadangan demi hadangan pemain lawan untuk mencetak gol. Dengan postur tubuh yang relatif lebih pendek itu, Messi sudah mengumpulkan lebih dari 500 gol! Di semua kompetisi, baik bersama Barcelona maupun Timnas Argentina.

Dia telah memenangkan sederet gelar, meraih sejumlah penghargaan, memecahkan puluhan rekor dan menciptakan rekor baru. Namun di atas semua itu, dia adalah pemenang Lima Ballon d’Or! Pemain yang paling banyak dinobatkan sebagai Pemain terbaik Dunia. Hanya satu kata yang bisa menggambarkan ’Si Kutu’ yang satu ini ”FENOMENAL!”.

Liverpool Buktikan Diri Bisa Menang Tanpa Sadio Mane

Liverpool Buktikan Diri Bisa Menang Tanpa Sadio Mane

Sempat tertinggal pada awalnya, namun Liverpool berhasil menccetak dua gol balasan pada babak kedua, kemenangan inipun membuat Tim marseyside tetap bertengger di tiga besar klasemen sementara, memperbesar kemungkinan mereka untuk meraih tiket ke ajang Liga Champions Eropa musim depan.

Liverpool Buktikan Diri Bisa Menang Tanpa Sadio Mane

Liverpool akhirnya mampu membuktikan kualitas mereka meski tanpa sosok pemain andalan, Sadio Mane. Bertandang ke Bet365 stadium melawan tuan Rumah Stoke City pada matchdays ke-32 Premier League, skuat arahan Jurgen Klopp sukses mengemas kemenangan tipis 1-2 atas Tuan Rumah. Berkatnya, mereka tak tergoyahkan di tiga besar klasemen sementara Premier League saat ini.

Sebenarnya, dalam pertandingan terssebut Liverpool diragukan menang setelah starting line-up mereka kurang meyakinkan, dimana Klopp tidak menurunkan dua pemain andalan, Philippe Coutinho dan Roberto Firmino. Wal hasil, tim tamu cukup kewalahan dalam menghadapi serangan yang dilancarkan Stoke City sejak menit pertama. Bahkan, gawang Simon Mignolet sempat digetarkan Xherdan Shaqiri, untungnya gol tersebut dianulir wasit karena sang pemain dinilai berada dalam posisi offside terlebih dulu.

Tapi, gol akhirnya tidak bisa terbantahkan jelang akhir babak pertama, lagi-lagi Xherdan Shaqiri meruntuhkan lini pertahanan The Reds lewat pergerakan apiknya di sisi kanan. Umpan crossing yang dilepas pemain Swiss ini lantas disambut dengan tandukan keras Jonathan Walters yang membawa Stoke City sementara unggul 1-0. Skor tersebut berakhir hingga turun minum.

Pada babak kedua, Liverpool bermain lebih baik dari sebelumnya, masuknya Philippe Coutinho dan Roberto Firmino seolah memberikan angin segar bagi The reds. Benar saja. Pada menit ke-74, mereka berhasil memecah kebuntuan, menyamakan kedudukan lewat gol yang dicetak Coutinho.

Hanya dua menit berselang, Firmino yang juga masuk sebagai pemain pengganti sukses membalikkan kedudukan menjadi 1-2. Keunggulan tersebut kemudian dipertahankan Liverpool sampai laga berakhir.

Dino Zoff Tak Terkesan Comeback Spektakuler Barca

Dino Zoff Tak Terkesan Comeback Spektakuler Barca

Menurut sosok yang dikenal juga sebagai kiper legendaris Juventus tersebut, Comeback seperti itu memang jarang terjadi, namun keberhasilan Barcelona mencatatkannya bukan murni karena kualitas bagus mereka, melainkan karena performa buruk dari Paris Saint-Germain.

Dino Zoff Tak Terkesan Comeback Spektakuler Barca

Barcelona mencatatkan Comeback bersejarah saat memastikan tiket ke babak perempat final Liga Champions Eropa menghadapi paris Saint-Germain beberapa waktu lalu. Sangat banyak pihak yang menyanjung keberhasilan Raksasa Catalan tersebut, namun tidak dengan Dino Zoff, kiper legendaris Italia yang justru tidak merasa terkesan.

Sebagaimana diketahui, awalnya Barca nyaris gagal ke delapan besar setelah dipermalukan dengan skor akhir 4-0 pada pertandingan leg pertama di Paris. Namun, mereka kemudian secara mengejutkan sukses membalikkan agregat menjadi 6-5 usai tampil perkasa, menggagahi sang juara bertahan Prancis itu dengan skor akhir 6-1.

Dengan demikian, barca melangkah ke perempat final, dan diakui Zoff bahwa hal tersebut adalah comeback yang jarang terjadi, namun baginya itu bukan karena kegemilangan Raksasa Catalan semata.

“Saya tidak terkesan dengan comeback itu, meski media-media mengatakannya luar biasa. Comeback seperti itu memang jarang terjadi, tetapi PSG bermain tegang, terlalu percaya diri [dengan keunggulan empat gol]. Saya tidak suka dengan performa mereka [PSG] di Camp Nou.” kata Zoff seperti dikutip AS, Jumat (7/4)

Lebih lanjut, sosok yang juga dikenal sebagai legenda Juventus tersebut angkat bicara mengenai pertemuan eks klubnya dengan Barcelona di dua leg babak perempat final nanti.

“Saya rasa, itu nantinya akan jadi pertandingan yang sangat menarik. Barcelona harus sangat waspada. Juventus tidak akan pernah menyerah. Saya punya keyakinan tinggi pada mereka,” Tandas sang legenda.